MAKALAH
PERKEMBANGAN BAHASA
INDONEISA
TUGAS
Diajukan Sebagai Prasyarat Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Oleh :
Nama : ERWIN DWI SOFANI
NPM : 5.14.04.11.0.047
Dosen Pengampu :
Joko Ristono, S.Pd., M.Kom
PROGRAM
STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK
NIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT –
MOJOKERTO
2021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur marilah kita panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan
jasmani dan rohani sehingga kita masih tetap bisa menikmati
indahnya alam cipataan-Nya. Sholawat dan salam tetaplah kita curahkan
kepada baginda Habibillah Muhammad Saw yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran
agama yang sempunya dengan bahasa yang sangat indah.
Penulis disini akhirnya
dapat merasa sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang kami beri judul
perkembangan bahasa Indonesia sebagai
tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Dalam makalah ini kami mencoba untuk menjelaskan tentang perkembangan
bahasa Indonesia yang kami mulai dari sumber
bahasa Indonesia, proses pemberian nama bahasa Indonesia, pertistiwa- peristiwa penting yang berkaian dengan
bahasa Indonesia serta mengapa bahasa melayu yang dipilih sebagai sumber bahasa Indonesia.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya makalah
ini. Dan penulis
memahami jika makalah ini tentu jauh dari kesempurnaan
maka kritik dan saran sangat kami butuhkan guna memperbaiki
karya- karya kami dilain waktu.
Erwin Dwi Sofani
NPM.
5.14.04.11.0.047
DAFTAR ISI
B. Peresmian nama bahasa
Indonesia............................................................... 4
C. Mengapa Bahasa Melayu Diangkat
Menjadi Bahasa Indonesia.................. 4
D. Peristiwa-peristiwa
penting yang berkaitan dengan bahasa
Indonesia........ 5
E. BAB III : PENUTUP.................................................................................. 8
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa adalah yang paling baik dalam
menunjukkan identitas kultural suatu bangsa.Dengan
kata lain bahasa menunjukkan bangsa. Itu sebabnya penting bagi bangsa Melanesia melestarikan sekitar 250 bahasa etnisnya dari arus besar dominasi ‘bahasa
Indonesia. Sejauh mana dominasi itu? Apa dampaknya? Bagaimana proses historisnya? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penting sebagai upaya melestarikan identitas
bangsa Melanesia, yang selama ini ‘lebur’ dalam “NKRI” dan dalam banyak hal justru mengalami
Jawanisasi. Ini kontradiktif dengan gagasan Indonesia
yang ber-Bhinneka Tunggal
Ika.
Bahasa Indonesia mempunyai sejarah jauh
lebih panjang dari pada Republik ini
sendiri. Bahasa Indonesia telah dinyatakan sebagai bahasa nasional sejak tahun 1928, jauh sebelum Indonesia merdeka. Saat itu bahasa Indonesia dinyatakan sebagai bahasa persatuan dan menggunakan
bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa. Saat itu bahasa Indonesia menjadi
bahasa pergaulan antar etnis (lingua franca) yang mampu merekatkan
suku-suku di Indonesia. Dalam perdagangan dan
penyebaran agama pun bahasa
Indonesia mempunyai posisi yang penting.
Deklarasi Sumpah Pemuda membuat
semangat menggunakan bahasa Indonesia semakin
menggelora. Bahasa Indonesia
dianjurkan untuk dipakai
sebagai bahasa dalam pergaulan, juga bahasa sastra dan media cetak.
Semangat nasionalisme yang tinggi
membuat perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang
ingin menunjukkan jati
dirinya sebagai bangsa.
Maka
dalam makalah ini kami mencoba
untuk mensajikan pembahasan tentang sumber bahasa Indonesia, peresmian
nama bahasa Indonesia
dan peristiwa-peristiwa penting
yang berkaitan dengan bahasa Indonesia.
B. Rumusan Masalah
Untuk
memudahkan pembahasannya maka akan dibahas
sub masalah sesuai
dengan latar belakang
diatas yakni sebagai berikut :
1.
Bahasa apa yang menjadi sumber bahasa Indonesia ?
2.
Bagaimana proses Peresmian nama bahasa Indonesia?
3.
Mengapa Bahasa Melayu Diangkat
Menjadi Bahasa Indonesia?
4.
Peristiwa-peristiwa penting
apakah yang berkaitan
dengan bahasa Indonesia?
C. Tujian
Makalah ini bertujuan
untuk :
1.
Mengetahui bahasa apa yang menjadi
sumber bahasa Indonesia
2.
Mengetahui proses Peresmian nama bahasa Indonesia
3.
Mengetahui alasan bahasa melayu
diangkat menjadi bahasa
indonesia
4.
Mengetahui peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan bahasa Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sumber Bahasa Indonesia
Bahasa
Indonesia merupakan bahasa dinamis yang hingga sekarang
terus menghasilkan kata-kata
baru, baik melalui penciptaan, maupun penyerapan dari bahasa daerah dan asing. Bahasa Indonesia adalah dialek baku
dari bahasa Melayu yang pokoknya
dari bahasa Melayu Riau sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia
I tahun 1939 di Solo, Jawa Tengah, "jang
dinamakan 'Bahasa Indonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari 'Melajoe Riaoe',
akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe
dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa
Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe,
ialah alam kebangsaan Indonesia". atau sebagaimana diungkapkan dalam Kongres
Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, Sumatra
Utara, "...bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang
disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia".
Sejarah tumbuh dan berkembangnya Bahasa
Indonesia tidak lepas dari Bahasa Melayu.
Dimana Bahasa melayu sejak dahulu telah digunakan sebagai bahasa perantara
(lingua franca) atau bahasa pergaulan. Bahasa melayu tidak hanya digunakan di Kepulauan Nusantara, tetapi
juga digunakan hampir diseluruh Asia Tenggara. Hal ini diperkuat
dengan ditemukannya Prasasti-prasasti kuno dari kerjaan
di indonesia yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Melayu. Dan pasca saat itu Bahasa Melayu telah Berfungsi Sebagai
:
1.
Bahasa Kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan satra
2.
Bahasa Perhubungan (Lingua Franca)
antar suku di Indonesia
3. Bahasa Perdagangan baik bagi suku yang ada di indonesia mapupun pedagang
yang berasal dari luar indonesia.
4. Bahasa resmi kerajaan. Jadi jelashlah bahwa bahasa indonesia sumbernya adalah bahasa
melayu.
B. Peresmian Nama Bahasa Indonesia
Secara sejarah, bahasa Indonesia
merupakan salah satu dialek temporal dari bahasa
Melayu yang struktur maupun khazanahnya sebagian besar masih sama atau mirip dengan dialek-dialek temporal
terdahulu seperti bahasa Melayu Klasik dan bahasa
Melayu Kuno.
Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa
nasional merupakan usulan dari Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya
pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya,
hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu.
Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah
yang lambat laun akan menjadi
bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.
Secara Sosiologis kita bisa mengatakan
bahwa Bahasa Indonesia resmi di akui pada
Sumpah Pemuda tanggal 28 Onktober 1928. Hal ini juga sesuai dengan butir ketiga ikrar sumpah pemuda yaitu “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui
pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah
Kemerdekaan Indonesia.
C. Mengapa Bahasa Melayu Diangkat
Menjadi Bahasa Indonesia.
Ada empat faktor yang menyebabkan bahasa Melayu diangkat
menjadi bahasa Indonesia yaitu :
1.
Bahasa melayu sudah merupakan
lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdangangan.
2. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dielajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
3.
Suku jawa, suku sunda dan suku suku yang lainnya dengan sukarela menerima
bahasa Melayu menjadi
bahasa Indonesia sebagai
bahasa nasional
4.
Bahasa melayu mempunyai kesanggupan
untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
D. Peristiwa-Peristiwa Penting Yang Berkaitan
Dengan
Bahasa Indonesia.
Peristiwa-peristiwa penting
yang berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia dapat dirinci sebagai berikut :
1. Tahun 1801 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. Van Ophuijsen yang
dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini
dimuat dalam
Kitab Logat Melayu.
2. Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku- buku bacaan
yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang
kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini
menerbitkan novel-novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun
bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu
penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
3. Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kayo menggunakan bahasa Indonesia dalam
pidatonya. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad (dewan rakyat),
seseorang berpidato menggunakan bahasa
Indonesia.
4. Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi pengokohan bahasa indonesia menjadi bahasa
persatuan.
5. Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai
Pujangga Baru yang dipimpin
oleh Sutan Takdir Alisyahbana.
6. Tahun
1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.
7. Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari
hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembina dan pengembangan
bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan
Indonesia saat itu.
8. Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945, yang salah
satu pasalnya (Pasal
36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
9. Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan soewandi)
sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen
yang berlaku sebelumnya.
10. Tanggal 28 Oktober – 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II
di Medan. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-
menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan
dan ditetapkan sebagai
bahasa negara.
11. Tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan
penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato
kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden
No. 57 tahun 1972.
12. Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum
Pembentukan Istilah
resmi berlaku di seluruh
wilayah Indonesia (Wawasan
Nusantara).
13. Tanggal 28 Oktober – 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III
di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang
ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa
Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa
Indonesia.
14. Tanggal 21 – 26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di
Jakarta. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda
yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan
bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam
Garis-Garis
15. Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk
menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal
mungkin.
16. Tanggal 28 Oktober – 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V
di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari
seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam,
Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani
dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata
Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
17. Tanggal 28 Oktober – 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI
di Jakarta. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu
dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India,
Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres
mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya
menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang
Bahasa Indonesia.
18. Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel
Indonesia, Jakarta. Kongres
itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa
BAB III
PENUTUP
Dari pembahasan diatas bisa disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut
:
1.
Sumber dari bahasa indonesia adalah bahasa melayu
2.
Bahasa Indonesia secara sosiologis resmi digunakan sebagai
bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia di akui setelah
kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal
18 Agustus 1945.
3.
Bahasa Melayu di angkat menjadi
bahasa indonesia karena bahasa melayu
telah digunakan sebagai bahasa pergaulan
(lingua franca) di nusantara
dan bahasa melayu sangat sederhana
dan mudah dipelajari serta tidak memiliki tingkatan bahasa.
4.
Begitu banyak hal yang berkaitan
dengan bahasa Indonesia yang menjadi dinamika
perjalanan bahasa Indonesia
sampai saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
1. "http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia"
3. Blog.wisma-bahasa.com

Comments
Post a Comment